Bahan yang diperlukan Dalam Pembuatan Bunga Wortel 2: Wortel yang lurus, besar, cukup tua Alat yang digunakan: Pisau yang tajam dan runcing, peeller Talenan Kom/Waskom Baki plastik Tusuk gigi Alat hidang (oval, bulat) Serbet Langkah – langkah Pembuatan Bunga Wortel 2: 1) Wortel dikupas, lalu dicuci bersih 2) Potong wortel, dengan ukuran p x l x t = 10 x 2 cm,tebal 2 mm, menggunakan alat serut / peeller besar 3) Buat potongan tersebut sebanyak 3 buah 4) Buat lagi potongan wortel dengan ukuran p x l x t = 15 x 2 cm, tebal 2 mm. 5) Buat potongan tersebut sebanyak 11 buah 6) Potongan – potongan wortel tersebut dilumuri sedikit garam agar lembut, tidak pecah saat dibentuk 7) Buat bagian tengah bunga dari 3 lembar wortel ukuran b,dengan cara digulung saling bertumpuk 8) Tambahkan bagian tengah dengan lembaran wortel ukuran d, dengan cara dilingkarkan sambil dilipat runcing sehingga berbentuk seperti kelopak bunga. 9) Lakukan pekerjaan ini sampai lembaran wortel habis, r...
Metode deposisi semen intravagina Metode deposisi semen intravagina adalah metode dimana semen dideposisikan pada bagian atau daerah vagina. Adapun caranya adalah dengan memasukkan batang gun (syringe spuite) kapasitas 1 ml tanpa jarum suntik, ke daerah vagina sedalam ± 3 cm. Metode deposisi semen intravagina ini sekilas mirip dengan sistem perkawinan alami. Adapun cara untuk mengeluarkan bagian pangkal vagina (dorsal) adalah sebagai berikut : (1) Jari telunjuk tangan kanan atau tangan kiri (bagi yang kidal) pada bibir kloaka, sementara ibu jari diletakkan pada pangkal ekor bagian atas. (2) Tiga jari tangan (jari tengah, jari manis, dan kelingking) pada posisi antara kloaka dan tulang dada bagian dorsal. (3) Jari tengah, jari manis ,dan kelingking secara bersamaan menekan perut kebagian ke arah dalam sehingga bagian pangkal dorsal vagina menonjol keluar sehingga lubang saluran reproduksi dan lubang saluran pencernaan dapat terlihat. (4) Semen dalam syringe spuit dideposisikan sedalam ±...
Dari semua golongan logam dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu : a) Logam berat adalah apabila berat jenisnya lebih dari 5 kg/dm. misalnya : nikel, kromium, tembaga, timah, seng, dan besi. b) Logam ringan adalah apabila berat jenisnya lebih besar dari 5 kg/dm. misalnya : alumunium, magnesium, natrium, titanium, dan lain-lain. c) Logam mulia adalah logam yang tidak dicampur dengan logam lain atau unsure lain sudah dapat digunakan sebagai bahan teknik. Misalnya: emas, perak, dan platina. d) Logam refraktori yaitu logam tahan api. Misalnya: wolfram, molebdenum, dan titanium. e) Logam radioaktif. Misalnya : uranium dan radium.
Komentar
Posting Komentar